Lampung Timur (ANTARA) – Ribuan warga Lampung Timur yang tergabung dalam aliansi Desa Penyangga Taman Nasional Way Kambas demo di Balai Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur, Selasa pagi.
Mereka menggelar long march menuju Balai TNWK sambil membawa sejumlah poster berisi tuntutan, antara lain: “Stop Konflik Gajah dan Manusia. Kami bukan memusuhi gajah, kami hanya ingin melindungi ladang kami. Jika TNWK tidak bisa menjalankan makna konservasi, pulangkan saja gajah ke asalnya”.
Mereka juga mengusung foto almarhum Kepala Desa Braja Asri Darusman, yang tewas akibat diamuk gajah liar Way Kambas saat menggiring gajah keluar lahan pertanian pada akhir Desember 2025.
“Kawan-kawan, kita ke sini minta keadilan, karena tanaman pertanian kami dirusak,” ujar Budi, salah seorang orator demo.
Orator unjuk rasa lainnya, mengatakan bahwa konflik satwa gajah Way Kambas dengan masyarakat desa penyangga telah berlangsung puluhan tahun dan belum berkesudahan.
“Kami dari lahir, berkonflik dengan gajah. Kepala.desa kami jadi korbannya, orang tua kami jadi korban, kami tidak ingin jadi korban lagi. Lahan pertanian kami dirusak oleh gajah,” ujarnya.
Ia mengatakan masyarakat desa penyangga telah meminta Balai TNWK untuk menghentikan konflik satwa gajah dan manusia.
“Kami meminta Balai TNWK menstop konflik manusia dengan gajah. Kami minta stop konflik gajah mulai malam ini,” jelasmya.
Baca selengkapnya di sumber : https://lampung.antaranews.com/berita/811097/warga-desa-penyangga-tnwk-demo-minta-stop-konflik-gajah-dengan-manusia





