RRI.CO.ID, Nunukan: Forum Konservasi Gajah Indonesia (FKGI) bekerjasama Gabungan Pemuda Pecinta Alam Borneo (Gappeta Borneo) Nunukan menggaungkan konservasi gajah Kalimantan melalui sosialisasi dan edukasi kepada siswa di SMA Negeri 1 Nunukan Selatan. Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Gajah Sedunia 2026 tersebut menjadi upaya meningkatkan pemahaman dan partisipasi generasi muda dalam menjaga keberlangsungan populasi gajah yang masih tersisa di Kalimantan, khususnya Kabupaten Nunukan.

Perwakilan FKGI, Alfred, mengatakan sosialisasi kepada siswa SMA Negeri 1 Nunukan Selatan difokuskan pada cara dan pentingnya menjaga ruang hidup gajah Kalimantan. Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam menyampaikan pesan konservasi kepada masyarakat luas.

Ia menjelaskan, generasi muda memiliki ruang yang luas untuk mengampanyekan pentingnya perlindungan gajah melalui media sosial. Pesan tersebut diharapkan dapat menjangkau masyarakat lebih luas sekaligus mendorong kepedulian terhadap kelestarian gajah Kalimantan.

“Generasi muda saat ini aktif bermedia sosial sehingga dapat menyampaikan pesan penyelamatan gajah, terutama habitatnya,” ujar Alfred, Kamis (13/8/2026).

Lebih lanjut, ia mengatakan Gajah Kalimantan merupakan salah satu satwa yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Keberadaannya juga menjadi bagian dari kekayaan keanekaragaman hayati yang perlu dijaga bersama melalui perlindungan habitat dan penguatan upaya konservasi.

“Gajah Kalimantan merupakan aset Nunukan yang harus terus digaungkan untuk dijaga dan dilindungi kelestariannya,” ucapnya.

Ia menambahkan, tema “Ruang untuk Gajah, Ruang untuk Kehidupan”, yang diusung tahun ini menjadi pengingat untuk memastikan gajah tetap memiliki ruang hidup yang aman untuk dilestarikan. Karena itu, dukungan berbagai pihak, termasuk generasi muda menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya konversi Gajah Kalimantan yang terancam punah.


Sumber : https://rri.co.id/nunukan/regional/2648634/hari-gajah-sedunia-fkgi-dan-gappeta-borneo-gaungkan-konservasi-gajah-kalimantan