Berita Duka

Ibu, Bapak, dan rekan-rekan sekalian,

Kita baru saja mendapat kabar duka mengenai terjadinya musibah kecelakaan lalu lintas yang menimpa 2 staf Direktorat KKH-KSDAE di KM 304 A Tol Pemalang dalam rangka perjalanan dinas menuju BKSDA Jawa Tengah pada Sabtu, 15 Agustus 2020 Pukul 02.30 WIB. Kecelakaan tersebut mengakibatkan 1 orang meninggal dan 2 orang dirawat. Sehubungan dengan hal tersebut, Pengurus FKGI memutuskan melakukan pengunduran pelaksanaan Kongres Nasional FKGI 2020 yang semula dijadwalkan pada Sabtu, 15 Agustus 2020, diundur menjadi Sabtu, 22 Agustus 2020. FKGI juga menyampaikan dukacita atas terjadinya musibah tersebut, semoga Almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi-Nya, dan mereka yang dirawat segera diberikan kesehatan kembali.

Demikian informasi ini kami sampaikan, atas perhatiannya disampaikan terima kasih.

Konflik Semakin Mengancam Gajah dan Warga

JAMBI, KOMPAS — Konflik gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) di ekosistem Bukit Tigapuluh Tebo, Jambi, dengan masyarakat kian mengkhawatirkan.

Selain kerusakan tanaman kebun warga yang kian meluas, ancaman terhadap keselamatan gajah, dan juga warga, pun semakin tinggi. Dalam dua bulan terakhir, diperkirakan 200 hektar kebun karet dan sawit warga rusak saat kawanan gajah melintasi ruang jelajahnya yang melingkupi Kecamatan Sumay hingga VI Kota, Kabupaten Tebo. Jalur pelintasan itu kini meluas oleh pembangunan kebun, jalan, dan permukiman, sehingga membatasi ruang jelajah gajah.

”Di mana gajah melintas, hampir setiap hari kini menimbulkan konflik dengan manusia,” ujar Miswandi, peneliti ekosistem Bukit Tigapuluh, di Jambi, Selasa (1/3).

Download Berita (PDF) | Sumber KOMPAS

Bongkar Praktik Perdagangan Gading Gajah

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS — Maraknya perburuan liar gajah tidak dapat dilepaskan dari praktik perdagangan gading gajah. Hukuman yang terlalu ringan diduga membuat pelaku perdagangan gading gajah tidak jera dan terus beroperasi.

Wildlife Trade Program Manager dari Wildlife Conservation Society Dwi Nugroho Adhiasto mengatakan, pada 2010-2015 terdapat 122 kasus perdagangan satwa atau organ satwa ilegal. Salah satu komoditas yang kerap diperdagangkan adalah gading gajah. Paling tidak ada 20 kasus perdagangan gading gajah yang terbongkar pada periode itu.

Download PDF Berita Disini | Sumber KOMPAS

 

 

Gajang `Yongki` Mati, Publik Tuntut Pelaku Dihukum Berat

gajahyongki

Gajah “Yongki” merupakan salah satu anggota flying squad di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Lampung. Foto: wwf.or.id

Citizen6, Jakarta Setelah kematian singa Cecil, kucing besar kesayangan warga Zimbabwe pada 1 Juli 2015 lalu, kini masyarakat dunia kembali dihebohkan dengan kabar meninggalnya gajah Sumatera yang menjadi salah satu satwa terancam punah.

Ya, Yongki merupakan salah satu anggota flying squad di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Lampung. Sayangnya, gajah berusia 34 tahun itu ditemukan dalam kondisi mati dan kedua gadingnya hilang pada Jumat, 18 September 2015 di dekat TNBBS.

Kematian gajah “Yongki” pun sontak menjadi perhatian warga dunia. Pasalnya, Yongki adalah pahlawan di tiap konflik gajah dan manusia di TNBBS. Yongki juga menjadi salah satu gajah Sumatera yang terancam punah akibat rusak dan berkurangnya habitat serta perburuan dan perdagangan ilegal untuk diambil gadingnya.

Para pecinta hewan pun merasa geram mengetahui kabar tersebut, mereka juga tak segan mengutuk pembunuh Yongki. Nampak, hingga kini dalam linimasa Twitter publik menuturkan beragam ciapan kekesalannya dan menyarankan hukuman yang tepat bagi si pelaku pembunuhan.

Sumber Liputan 6

Menyambut Kemerdakaan: Dukung Konservasi Gajah Di Indonesia

Mari sama-sama kita dukung kegiatan konservasi gajah sumatera dengan membantu menjaga habitatnya dari kerusakan yang banyak diakibatkan oleh ulah manusia sendiri.

Merdeka! Merdeka! Merdeka!… Iya… Sudah 63 tahun kita merdeka. Sudah banyak hasil pembangunan kita rasakan, walaupun banyak pula yang kecewa karena tetap saja pemerataan programnya tidak sampai ke pelosok tanah air. Lalu untuk gajah sendiri apa saja yang bisa “mereka” rasakan?

Yang jelas mereka tetap tidak akan pernah bisa bicara atau protes dengan kita sebagai manusia, kecuali nabi Sulaiman AS yang mampu mendengar keluhan mereka :). Mau bukti mereka mengeluh? Lihat aja jumlah korban gajah yang terjadi sepanjang 10 tahun ke belakang. Tidak kurang dari 100 ekor gajah mati di Sumatera selam kurun waktu tersebut. Tapi pasti ada yang nyeletuk, “Ah itu mah ngga banyak. Kan gajahnya masih sekitar 2400-2800 ekor”. ” Masih cukuplah itu.”

Lalu kapan kita bilang tidak cukup? Sampai seperti badak jawa? Ataupun mau seperti harimau jawa yang akhirnya punah? Coba lihat tulisan fakta gajah di Indonesia di bawah. Kita memiliki dua sub spesies gajah asia. Dan itu merupakan suatu kebanggaan dan aset nasional.

Oleh karena itu, mari sama-sama kita dukung kegiatan konservasi gajah sumatera dengan membantu menjaga habitatnya dari kerusakan yang banyak diakibatkan oleh ulah manusia sendiri.

Tips Agar Gajah Selamat Dari Kepunahan: Ganti Gadingnya Dengan Plastik!

“Ada-ada aja!” Paling itu komentar yang akan keluar kalau dengar ide judul di atas. Tapi ya itu memang kenyataannya. Si satwa besar ini memang mempunyai musuh di alam tapi tidak segalak dan sebengis manusia pada saat mereka membunuh untuk hanya sekedar memperoleh gading atau calingnya.

Lihatlah rasio kelamin antara jantan dan betina gajah sumatera di alam. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa rasio gajah sumatera saat ini sudah mencapai 1:4-5. Itu berarti setiap 4-5 betina hanya memiliki 1 ekor jantan saja. Bahkan di beberapa tempat yang kita ketahui, dalam satu kelompok gajah berjumlah 10 ekor haya terdapat 1 ekor jantan. dan malah biasanya hanya jantan muda ataupun masih anak.

Apalagi kegiatan perdagangan tetap marak terjadi.

Semuanya secara terang-terangan menawarkan gading. Memang belum jelas apa gading gajah asia taupun afrika, tetapi kalau jelas itu gading, ngga mungkin kan mereka ambil pakai permisi dulu? Capee deh..

Lalu … apa yang harus kita lakukan? Ada, minimal kita tidak menjadi golongan yang mencintai pemakaian gading gajah dalam bentuk apapun, walaupun menggunakan alasan bahwa ini adalah untuk benda pusaka seperti keris, golok ataupun benda keramat lain. Atau bahkan kita pakai sebagai perhiasan walaupun kadarnya kecil. Bagaimana dengan anda?

Kalau bingung, coba bayangkan gigi anda dicabut dengan paksa oleh orang lain dengan alasan bahwa gigi anda bagus untuk perhiasan kalung buat leher istrinya atau pacarnya. Emang mau, kalau nggak dibayar? Atau mungkin giginya sakit kali.

Al Fakir Gajah

Bersahabat Dengan Gajah, Mungkinkah?

droppedImage_2

Bersahabat dengan gajah di saat kondisi perebutan lahan antara manusia dengan para gajah, menyebabkan konflik yang tidak akan pernah berhenti

Bener ngga sih kita bisa? Seperti dengan yang terjadi konflik antara binatang besar ini dengan manusia. Gajah liar adalah binatang yang dilindungi dan terancam punah, sehingga penanganan konflik yang terjadi haruslah memperhatikan prinsip-prinsip dasar sebagai berikut:

Manusia dan gajah sama-sama penting
Situasi konflik manusia dan gajah-liar menempatkan kedua pihak pada situasi dirugikan. Dalam memilih opsi-opsi solusi konflik yang akan diterapkan, pertimbangan langkah untuk mengurangi resiko kerugian yang diderita oleh masyarakat, secara bersamaan harus didasari pertimbangan terbaik untuk konservasi gajah liar yang terlibat konflik.

Site spesifik.
Secara umum konflik muncul karena aktifitas pembukaan areal yang sebelumnya merupakan habitat gajah dan dikonversi menjadi lahan perkebunan atau HTI, namun variasi karakteristik habitat, kondisi populasi dan faktor lain seperti jenis komoditas, intensitas dan potensi solusi yang bervariasi di masing-masing wilayah membuat penanganan konflik menuntut penanganan yang berorientasikan kepada berbagai faktor yang berperan dalam sebuah konflik. Sehingga sangat memungkinkan terjadinya pilihan kombinasi solusi yang beragam pula di masing-masing wilayah konflik. Solusi yang efektif disuatu lokasi bisa jadi tidak dapat diterapkan pada situasi konflik di daerah lain, demikian pula sebaliknya.

Tidak ada solusi tunggal
Issue konflik manusia dan gajah liar sebuah issue kompleks menuntut rangkaian kombinasi berbagai solusi potensial yang tergabung dalam sebuah proses penanggulangan konflik yang komprehensif.

Skala lansekap
Daerah jelajah gajah yang sangat luas membuat upaya penanggulangan konflik yang komprehensive harus berdasarkan penilaian yang menyeluruh dari keseluruhan daerah jelajahnya (home range based mitigation).

Tanggungjawab multi pihak
Selain sebagai sebuah issue konservasi. Konflik mempengaruhi dan berdampak secara sosial dan perekonomian di daerah. Sehingga konflik manusia dan gajah liar harus melibatkan berbagai pihak yang terkait untuk berbagi tanggungjawab, termasuk dunia usaha para pengguna lahan skala besar.